Kondisi pasar keuangan Indonesia saat ini tengah mengalami tekanan signifikan, yang terlihat dari melemahnya nilai tukar rupiah serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Fenomena penurunan nilai aset dan mata uang ini memicu reaksi kritis dari berbagai kalangan pengamat ekonomi.
Salah satu kritik tajam datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. Ia memberikan sorotan khusus terhadap kinerja Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, yang dinilai kurang optimal dalam menghadapi gejolak pasar keuangan yang sedang terjadi. Menurut Said Didu, kondisi pasar yang sedang memburuk atau 'merah membara' mencerminkan adanya tantangan besar dalam pengelolaan stabilitas ekonomi makro saat ini.
Kritik ini muncul di tengah kekhawatiran pasar mengenai kemampuan pemerintah dalam menjaga daya tarik investasi dan stabilitas nilai tukar di hadapan tekanan global maupun domestik. Penurunan IHSG dan pelemahan rupiah seringkali menjadi indikator utama bagi para investor dalam menilai efektivitas kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan oleh pemerintah.
Kritik dari Said Didu ini menjadi bagian dari dinamika pengawasan publik terhadap kinerja jajaran menteri di bidang ekonomi, terutama dalam mengelola instrumen keuangan negara agar tetap resilien terhadap guncangan ekonomi yang tidak terduga.






