Seorang nasabah dari program PNM Mekaar, Iga Analusya, menunjukkan inovasi dalam mengelola potensi sumber daya alam di lingkungannya. Iga berhasil mengembangkan pemanfaatan limbah sabut kelapa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sebuah langkah yang mengubah bahan sisa produksi menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Inisiatif ini bermula setelah Iga bergabung dengan PNM Mekaar, sebuah program pembiayaan mikro yang dirancang untuk membantu perempuan prasejahtera meningkatkan taraf hidup melalui kewirausahaan. Dengan dukungan modal dan pendampingan yang didapatkan, Iga mampu mengoptimalkan pengelolaan limbah sabut kelapa yang sebelumnya sering terabaikan atau hanya dibakar begitu saja oleh masyarakat sekitar.
Pengembangan produk berbasis sabut kelapa ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pendapatan pribadi Iga, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan mengubah limbah menjadi barang bermanfaat, praktik ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas yang dipadukan dengan akses permodalan yang tepat dapat menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat rumah tangga.
Keberhasilan Iga dalam mengelola limbah sabut kelapa menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif berbasis bahan baku lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Langkah ini diharapkan dapat menginspirasi nasabah lain maupun masyarakat umum untuk lebih peka terhadap potensi limbah di sekitar mereka dan mengubahnya menjadi aset produktif yang mampu menopang ekonomi keluarga.






