Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merencanakan langkah strategis untuk menghadirkan Compressed Natural Gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram. Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi alternatif bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram bersubsidi.
Salah satu poin utama dalam rencana ini adalah mengenai skema harga. Pemerintah saat ini sedang melakukan kajian mendalam agar harga jual CNG 3 kilogram dapat disamakan dengan harga LPG 3 kilogram subsidi. Langkah ini diambil guna memastikan transisi energi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah tetap terjangkau dan tidak memberikan beban ekonomi tambahan bagi konsumen akhir.
Implementasi penggunaan CNG sebagai pengganti LPG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap anggaran negara. Berdasarkan analisis awal, peralihan konsumsi dari LPG ke CNG berpotensi menekan beban subsidi gas pemerintah hingga mencapai 30 persen. Hal ini dikarenakan pemanfaatan gas alam terkompresi cenderung lebih efisien dalam hal biaya pengadaan dan distribusi dibandingkan dengan LPG yang sebagian besar masih mengandalkan impor.
Kementerian ESDM menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi energi nasional. Dengan mengoptimalkan potensi gas alam domestik, ketergantungan terhadap impor LPG dapat dikurangi secara bertahap, sekaligus memperkuat ketahanan energi di tingkat rumah tangga dan pelaku usaha mikro.






