Asosiasi Perusahaan Industri Komponen Mobil Indonesia (Periklindo) menilai bahwa tren pasar kendaraan listrik di tanah air saat ini tengah bergerak ke arah yang tepat. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan volume penjualan mobil listrik yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Wakil Ketua Periklindo, Achmad Rofiqi, mengungkapkan bahwa lonjakan angka penjualan tersebut menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Indonesia mulai menerima dan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, fenomena ini mencerminkan kemajuan nyata dalam proses transisi energi di sektor transportasi nasional.
Kenaikan permintaan pasar ini dianggap sebagai sinyal positif bagi ekosistem industri otomotif, khususnya bagi para produsen komponen yang mulai menyesuaikan diri dengan teknologi kendaraan listrik. Dukungan terhadap kendaraan listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan angka penjualan, tetapi juga mendorong investasi dalam pengembangan infrastruktur pendukung di berbagai wilayah.
Dengan meningkatnya minat konsumen, diharapkan percepatan adopsi kendaraan listrik dapat memberikan dampak positif bagi kualitas udara di kota-kota besar serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap konsumsi bahan bakar fosil dalam jangka panjang.
Kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) kini menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam upaya mencapai target Net Zero Emission. Selain melalui insentif pajak dan subsidi, pemerintah juga terus mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mengatasi kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh dan kemudahan pengisian daya saat berkendara.






