Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen dalam mengembangkan dan memperkuat layanan sistem pembayaran lintas negara guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi internasional. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa setiap transaksi keuangan yang melibatkan negara lain dapat berjalan dengan lebih efisien, cepat, dan aman.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono, menekankan bahwa ketersediaan layanan bank sentral yang andal menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, integrasi sistem pembayaran yang lebih modern akan memudahkan pelaku usaha maupun masyarakat dalam melakukan transaksi perdagangan dan investasi antarnegara tanpa hambatan teknis yang berarti.
Pengembangan ini mencakup berbagai inisiatif digitalisasi sistem pembayaran, salah satunya adalah penguatan kerja sama dengan bank sentral negara lain. Dengan adanya sinkronisasi sistem, biaya transaksi lintas batas diharapkan dapat ditekan, sementara kecepatan penyelesaian transaksi (settlement) dapat ditingkatkan secara signifikan.
Selain itu, BI juga fokus pada pengembangan infrastruktur yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi finansial terkini. Hal ini bertujuan agar Indonesia tetap kompetitif dalam ekosistem ekonomi digital global, sekaligus memberikan kepastian hukum dan keamanan bagi seluruh pengguna layanan keuangan.
Upaya penguatan sistem pembayaran ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menarik lebih banyak investasi asing serta meningkatkan volume perdagangan ekspor-impor. Dengan sistem yang terintegrasi, efisiensi operasional perusahaan akan meningkat, yang pada akhirnya memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.






