Kementerian Keuangan melalui sinergi Special Mission Vehicle (SMV) berkomitmen untuk memperkokoh ekosistem komoditas kemiri yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah strategis ini diambil guna memastikan produk lokal tersebut mampu bersaing dan menembus pasar internasional secara lebih luas.
Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Sukatmo Padmosukarso, mengungkapkan bahwa fokus utama dari kolaborasi ini adalah membangun rantai nilai yang lebih kuat bagi para pelaku usaha kemiri di NTB. Sinergi antarlembaga di bawah naungan Kemenkeu diharapkan dapat memberikan dampak nyata, mulai dari tahap hulu hingga hilir.
Salah satu prioritas yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas produksi. Dengan dukungan yang tepat, para petani dan pengusaha kemiri di wilayah NTB diharapkan dapat meningkatkan volume serta kualitas hasil panen mereka agar memenuhi standar permintaan pasar global. Peningkatan produksi ini menjadi fondasi utama sebelum produk didorong untuk melakukan ekspansi pasar.
Selain fokus pada sisi produksi, SMV Kemenkeu juga berupaya membuka akses pasar internasional yang lebih lebar. Melalui peran LPEI, para eksportir kemiri akan difasilitasi dalam mencari pembeli potensial di luar negeri serta mendapatkan dukungan pembiayaan ekspor yang lebih mudah. Hal ini bertujuan agar komoditas unggulan NTB tidak hanya terjual di pasar domestik, tetapi juga menjadi pemain utama dalam perdagangan global.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif bagi perekonomian daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani kemiri di Nusa Tenggara Barat melalui peningkatan nilai jual dan stabilitas permintaan ekspor.






