Keluarga besar Pagar Nusa terus memperluas jangkauannya hingga ke mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan dilaksanakannya prosesi pembaiatan terhadap puluhan pesilat baru yang berdomisili di Taiwan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkokoh eksistensi organisasi pencak silat yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut di wilayah Asia Timur.
Prosesi pembaiatan ini bukan sekadar ritual formalitas organisasi, melainkan menjadi simbol komitmen para anggota baru dalam menjaga nilai-nilai luhur bela diri pencak silat dan semangat kebangsaan. Kehadiran para pesilat Pagar Nusa di Taiwan diharapkan dapat menjadi representasi positif dari kultur Indonesia, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar diaspora Indonesia yang bekerja maupun menempuh pendidikan di sana.
Selain aspek bela diri, pengembangan jaringan Pagar Nusa di Taiwan juga menitikberatkan pada pemanfaatan modal sosial para anggotanya. Pengalaman hidup lintas budaya yang dimiliki oleh para pekerja migran dan pelajar di Taiwan, kedisiplinan dalam bekerja, serta kemampuan penguasaan bahasa asing menjadi aset berharga. Hal-hal tersebut dinilai dapat menjadi katalisator dalam memperkuat posisi Pagar Nusa dalam kancah internasional.
Lebih lanjut, penguatan jejaring diaspora ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung antar anggota. Dengan adanya organisasi yang terstruktur, para pesilat Pagar Nusa di Taiwan tidak hanya berlatih fisik, tetapi juga membangun solidaritas sosial yang kuat. Langkah ini dipandang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada masyarakat lokal di Taiwan melalui pendekatan seni bela diri.
Sebagai organisasi pencak silat yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, Pagar Nusa membawa misi besar dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama dan perdamaian. Keberadaan mereka di Taiwan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi budaya yang harmonis, sekaligus menjaga identitas keislaman yang ramah dan terbuka di tengah keberagaman lingkungan global.






