Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan saat ini tengah bekerja keras melakukan proses identifikasi terhadap 32 korban yang ditemukan dari tragedi Kapal Virgo Transport 8.
Proses identifikasi ini menjadi prioritas utama guna memastikan identitas setiap korban secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing. Tim medis dan ahli forensik melakukan pemeriksaan mendalam melalui berbagai metode ilmiah untuk meminimalkan kesalahan identifikasi.
Hingga saat ini, petugas masih terus mengumpulkan data pendukung guna mencocokkan temuan fisik dengan data keluarga yang dilaporkan hilang. Upaya koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar seluruh proses administrasi dan teknis medis dapat berjalan dengan cepat namun tetap teliti.
Keluarga korban diharapkan dapat bersabar sementara tim ahli menyelesaikan seluruh rangkaian prosedur DVI. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru secara transparan mengenai status identifikasi para korban seiring berjalannya proses penyelidikan di lapangan.
Secara umum, prosedur DVI merupakan standar internasional dalam penanganan korban bencana massal atau kecelakaan transportasi. Metode ini melibatkan pengumpulan data primer seperti sidik jari, pemeriksaan gigi, serta analisis DNA untuk memastikan identitas seseorang secara absolut. Penerapan standar ini sangat krusial dalam kasus kecelakaan laut guna memberikan kepastian hukum dan psikologis bagi keluarga yang ditinggalkan.






