Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Republik Indonesia kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tewasnya seorang pemuda akibat luka tembak. Peristiwa tragis ini terjadi saat aparat kepolisian berupaya membubarkan aksi tawuran warga yang terjadi di wilayah Makassar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tindakan tegas kepolisian dalam mengantisipasi kericuhan tawuran tersebut justru berujung pada jatuhnya korban jiwa. Sebagai langkah transparansi dan penegakan prosedur, Propam segera turun tangan untuk mengusut tuntas kronologi kejadian serta memastikan apakah penggunaan senjata api dalam operasi pembubaran tersebut sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Proses investigasi internal ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti penembakan dan siapa saja personel yang terlibat dalam operasi di lapangan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara profesional guna mempertanggungjawabkan tindakan aparat di mata publik.
Kejadian ini menambah daftar panjang tantangan keamanan di Kota Makassar, di mana konflik antar kelompok pemuda atau tawuran kerap menjadi isu sosial yang serius. Penanganan aksi massa yang melibatkan senjata tajam atau benda berbahaya seringkali menempatkan aparat dalam posisi sulit, namun penggunaan kekuatan yang terukur tetap menjadi mandat utama dalam setiap tindakan kepolisian untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.






