Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) memberikan analisis mengenai besarnya peluang peningkatan pendapatan negara yang bersumber dari sektor platform digital. Berdasarkan data yang dihimpun, potensi tambahan penerimaan negara dari ekosistem digital ini diprediksi dapat mencapai angka ratusan triliun rupiah.
Kenaikan potensi pendapatan ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Saat ini, berbagai platform digital telah menjadi bagian integral dari aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan elektronik (e-commerce), layanan transportasi daring, hingga penyedia konten hiburan streaming. Dominasi platform-platform besar ini menciptakan perputaran uang yang sangat masif dalam skala nasional.
ATSI menekankan bahwa optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi dari penyelenggara platform digital dapat menjadi salah satu sumber pendanaan yang signifikan bagi anggaran pemerintah. Dengan regulasi yang tepat dan sistem pengawasan yang ketat, negara dapat memastikan bahwa kontribusi ekonomi dari perusahaan teknologi, baik lokal maupun global, dapat terserap secara maksimal untuk kepentingan pembangunan nasional.
Langkah ini dinilai penting mengingat ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital yang terus meningkat. Jika dikelola dengan tata kelola yang transparan dan adil, kontribusi dari sektor digital tidak hanya akan menambah kas negara, tetapi juga menciptakan level bermain yang setara (level playing field) antara pelaku usaha konvensional dengan pelaku usaha berbasis digital.
Ekonomi digital di Indonesia sendiri merupakan salah satu yang tumbuh paling cepat di kawasan Asia Tenggara. Transformasi digital yang masif ini didorong oleh tingginya penetrasi internet dan penggunaan ponsel pintar di berbagai lapisan masyarakat, yang kemudian mengubah pola konsumsi masyarakat dari transaksi luring menjadi daring.






