Kabupaten Bangka baru saja mencatatkan prestasi membanggakan melalui produksi terasi dalam skala besar. Sebanyak 300 kilogram terasi, yang secara lokal dikenal dengan sebutan belacan habang, diproduksi secara kolektif di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka.
Kegiatan produksi massal ini melibatkan banyak pihak yang bekerja sama untuk mengolah bahan baku menjadi produk terasi berkualitas tinggi. Berkat jumlah produksi yang signifikan dan proses pembuatan yang dilakukan secara bersama-sama, pencapaian ini berhasil mendapatkan pengakuan resmi dan tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Acara ini tidak hanya sekadar mengejar pengakuan rekor, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat potensi lokal daerah. Terasi Toboali memang telah lama dikenal masyarakat luas karena cita rasanya yang khas dan kualitasnya yang unggul, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat branding produk unggulan dari Kabupaten Bangka di pasar nasional.
Selain sebagai bentuk pelestarian kuliner tradisional, kegiatan ini juga menjadi simbol gotong royong masyarakat setempat dalam memajukan sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya laut. Dengan adanya rekor MURI ini, Pemerintah Kabupaten Bangka berharap industri pengolahan hasil laut, khususnya terasi, dapat terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi positif bagi para pengrajin lokal.
Terasi atau belacan merupakan salah satu bumbu penyedap rasa khas Indonesia yang terbuat dari fermentasi udang rebon atau ikan kecil. Di wilayah Kepulauan Bangka Belitung, terasi menjadi komoditas ekonomi penting karena ketersediaan bahan baku laut yang melimpah, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai hidangan tradisional daerah tersebut.






