Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan reaksi keras terhadap pernyataan yang dilontarkan oleh Denny Indrayana mengenai posisi Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dalam tanggapannya, Dedy menilai bahwa pernyataan Denny Indrayana tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung bersifat emosional. Ia mengibaratkan sikap Denny dalam memberikan kritik terhadap Gibran seperti seseorang yang sedang mengalami frustrasi, sehingga pernyataan yang keluar dianggap tidak objektif dan tidak konstruktif bagi perkembangan politik nasional.
Menurut Dedy, kritik yang disampaikan seharusnya didasarkan pada data, fakta, serta analisis yang mendalam, bukan sekadar luapan perasaan atau opini pribadi yang menyerang sosok individu. Ia menegaskan bahwa sebagai bagian dari pemerintahan, Gibran memiliki tanggung jawab besar yang harus dijalankan, dan kritik yang membangun jauh lebih diperlukan daripada sekadar pernyataan yang provokatif.
PSI menilai bahwa fokus publik saat ini seharusnya tertuju pada kinerja pemerintah dalam merealisasikan janji-janji kampanye dan program strategis nasional, bukan terjebak dalam polemik personal yang tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Sebagai informasi, posisi Wakil Presiden dalam sistem pemerintahan Indonesia memiliki peran strategis dalam membantu Presiden menjalankan roda pemerintahan. Jabatan ini sering kali menjadi sorotan publik, terutama ketika diisi oleh tokoh muda atau figur yang muncul melalui dinamika politik yang kompleks, sehingga sering kali memicu perdebatan mengenai legitimasi maupun kompetensi di ruang publik.






