PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama PT Asuransi Kredit Indonesia (BRINS) mengambil langkah nyata untuk membantu pemulihan ekonomi warga di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Inisiatif ini dilakukan menyusul musibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut, yang berdampak signifikan terhadap mata pencaharian masyarakat setempat.
Fokus utama dari program pemberdayaan ini adalah membantu para perajin tenun yang kehilangan alat produksi maupun bahan baku akibat kebakaran. Melalui kolaborasi ini, PNM dan BRINS berupaya memberikan dukungan agar para warga dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi mereka, terutama dalam memproduksi kain tenun khas Sade yang menjadi ikon budaya sekaligus sumber pendapatan utama desa.
Langkah pemulihan ini tidak hanya menyasar pada aspek finansial, tetapi juga pada pelestarian tradisi. Dengan kembalinya produktivitas para perajin, diharapkan warisan budaya tenun ikat Desa Sade tetap terjaga dan tidak hilang akibat bencana yang terjadi. Program pemberdayaan ini dirancang untuk memberikan stimulus agar masyarakat memiliki modal dan semangat baru dalam membangun kembali usaha mikro mereka.
Upaya sinergis antara lembaga keuangan dan asuransi ini menjadi angin segar bagi warga Desa Adat Sade. Dukungan yang diberikan diharapkan mampu mempercepat proses rehabilitasi ekonomi keluarga yang terdampak, sehingga stabilitas finansial warga dapat segera pulih dan mereka mampu kembali berdaya secara mandiri melalui sektor kerajinan tangan.
Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya terkemuka di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dikenal karena mempertahankan arsitektur rumah tradisional dan adat istiadat leluhur. Sebagai desa wisata, sektor kerajinan tenun menjadi pilar ekonomi penting bagi perempuan setempat, sekaligus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke wilayah tersebut.






