Perubahan komposisi kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto membawa perubahan signifikan pada kepemimpinan di Kementerian Perindustrian. Muhammad Sarmuji kini resmi mengemban amanah baru sebagai Menteri Perindustrian dalam jajaran eksekutif pemerintahan.
Seiring dengan pelantikan tersebut, Muhammad Sarmuji memutuskan untuk meninggalkan posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Langkah ini diambil guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, mengingat posisi menteri dan anggota legislatif tidak dapat dijabat secara bersamaan.
Sarmuji menegaskan bahwa pengunduran dirinya dari parlemen adalah sebuah keharusan karena adanya aturan yang melarang rangkap jabatan antara lembaga eksekutif dan legislatif. Hal ini dilakukan agar fokus kerja dalam memimpin kementerian dapat berjalan maksimal tanpa adanya konflik kepentingan atau hambatan administratif.
Kini, fokus utama Sarmuji akan tercurah sepenuhnya pada pengelolaan sektor industri nasional. Sebagai Menteri Perindustrian, ia diharapkan mampu membawa arah baru bagi pertumbuhan industri dalam negeri, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat struktur manufaktur Indonesia di tengah tantangan ekonomi global.






