Ekonomi

Rupiah Terdepresiasi hingga Rp18.000, Ekonom INDEF Analisis Pemicu Utama

Rupiah Terdepresiasi hingga Rp18.000, Ekonom INDEF Analisis Pemicu Utama

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami tekanan signifikan hingga menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS. Fenomena pelemahan mata uang Garuda ini menjadi sorotan tajam bagi para pengamat ekonomi, mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas moneter nasional.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya, memberikan analisis mendalam mengenai penyebab depresiasi rupiah yang cukup tajam ini. Menurut Berly, terdapat beberapa faktor fundamental dan eksternal yang saling berkelindan sehingga menekan posisi rupiah di pasar valuta asing.

Salah satu pemicu internal yang cukup dominan adalah meningkatnya volume impor minyak dan gas bumi (migas). Ketergantungan pada impor energi menyebabkan permintaan terhadap dolar AS meningkat untuk membiayai transaksi tersebut, yang pada gilirannya mengikis cadangan devisa dan melemahkan nilai tukar rupiah.

Selain masalah impor, Berly juga menyoroti adanya fenomena outflow modal atau aliran modal keluar dari pasar keuangan domestik. Perpindahan investasi dari Indonesia ke pasar global, terutama ke Amerika Serikat, menciptakan tekanan jual terhadap rupiah yang memperparah kondisi nilai tukar.

Di sisi eksternal, situasi geopolitik global turut memberikan kontribusi negatif. Ketegangan diplomatik dan militer antara Amerika Serikat dan Iran menciptakan ketidakpastian ekonomi global. Dalam kondisi penuh risiko seperti ini, investor cenderung mengalihkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman (safe haven), salah satunya adalah dolar AS, sehingga mata uang negara berkembang seperti rupiah menjadi korbannya.

Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya mata uang domestik terhadap dinamika politik global dan ketergantungan pada komoditas energi impor. Sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan langkah pemerintah dalam menekan impor migas menjadi krusial untuk menjaga stabilitas rupiah di masa mendatang.

#Rupiah#Dolar AS#Ekonomi Indonesia#INDEF#Nilai Tukar#Investasi

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →