PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memberikan tanggapan resmi terkait fluktuasi harga saham perusahaan yang terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan baru. Penurunan harga saham tersebut terjadi menyusul keputusan BEI untuk menurunkan batas harga bawah (floor price) menjadi Rp1.
Manajemen GoTo mengakui adanya tekanan pada harga saham di pasar setelah perubahan regulasi tersebut. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa kondisi pasar modal saat ini tidak mencerminkan performa internal bisnis mereka secara keseluruhan. Menurut manajemen, fokus utama perusahaan tetap tertuju pada penguatan fundamental dan pertumbuhan operasional.
Lebih lanjut, GoTo mengklaim bahwa kinerja bisnis mereka saat ini masih berada pada jalur yang positif. Pertumbuhan bisnis yang konsisten terus diupayakan guna memastikan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Manajemen optimistis bahwa efisiensi yang dilakukan serta strategi pertumbuhan yang tepat akan mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham di masa depan.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi GoTo dalam menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika pasar saham Indonesia. Meski demikian, perusahaan berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dan memberikan laporan kinerja yang akuntabel guna meredam sentimen negatif yang berkembang di pasar.
Sebagai informasi, GoTo merupakan ekosistem teknologi terbesar di Indonesia yang mengintegrasikan layanan on-demand, e-commerce, dan layanan keuangan. Sebagai perusahaan publik, pergerakan harga saham GoTo seringkali menjadi perhatian besar bagi investor ritel maupun institusi karena pengaruhnya yang signifikan terhadap indeks saham teknologi di Indonesia.






