Kinerja saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan hebat pada awal perdagangan Senin (28/9). Harga saham perusahaan teknologi raksasa tersebut langsung merosot tajam hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 14 persen.
Berdasarkan data pasar, saham GOTO dibuka pada level Rp 43 per lembar saham. Penurunan drastis ini menunjukkan sentimen negatif yang kuat dari para investor terhadap prospek jangka pendek emiten tersebut, sehingga harga sahamnya terkunci di batas bawah penurunan harian yang diizinkan oleh Bursa Efek Indonesia.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengenai arah pergerakan harga saham GOTO ke depannya. Muncul spekulasi dan analisis bahwa tekanan jual masih mungkin berlanjut, bahkan terdapat potensi harga saham tersebut akan terus tergerus hingga mencapai level Rp 25 per lembar saham jika tidak ada katalis positif yang mampu menahan kejatuhan harga.
Penurunan harga saham ini menjadi sorotan bagi para pemegang saham, terutama investor ritel, mengingat volatilitas tinggi yang sering menyertai saham sektor teknologi. Para pelaku pasar kini tengah mencermati langkah strategis apa yang akan diambil manajemen GoTo untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah kondisi pasar yang sedang tidak berpihak pada saham mereka.






