Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan perhatian khusus terhadap kondisi sektor manufaktur nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Meskipun Indeks Kepercayaan Industri (IKI) untuk periode September masih berada pada zona ekspansi dengan angka 51,93, namun terdapat indikasi tekanan yang signifikan pada sisi produksi industri.
Salah satu faktor utama yang menjadi sorotan adalah dampak dari fenomena cuaca ekstrem Super El Nino. Kondisi kekeringan panjang yang menyertai fenomena ini diduga kuat mengganggu stabilitas rantai pasok, terutama bagi industri yang sangat bergantung pada bahan baku alam dan sektor pertanian yang menjadi penyokong industri pengolahan.
Selain faktor alam, stabilitas produksi industri dalam negeri juga terancam oleh fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di pasar global. Kenaikan biaya energi ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional perusahaan, yang pada akhirnya dapat menekan margin keuntungan serta menghambat optimalisasi kapasitas produksi di berbagai pabrik.
Kemenperin menekankan bahwa meskipun angka IKI masih menunjukkan pertumbuhan, kewaspadaan terhadap variabel eksternal sangat diperlukan. Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri diharapkan mampu memitigasi dampak buruk dari perubahan iklim dan gejolak harga komoditas energi agar sektor manufaktur tetap mampu bertahan dan menjaga tren positif ekspansinya di masa mendatang.





