Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk meningkatkan volume ekspor produk furnitur dalam negeri guna memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional. Fokus utama dalam strategi ini adalah mendorong peningkatan ekspor secara berkelanjutan hingga tahun 2026, dengan target menembus pasar di berbagai negara baru.
Upaya peningkatan ekspor ini dilakukan melalui penguatan daya saing produk furnitur lokal agar mampu bersaing dengan produsen global. Pemerintah menekankan pentingnya inovasi desain dan kualitas bahan baku yang menjadi keunggulan utama furnitur Indonesia di mata dunia. Dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan keterampilan pengrajin lokal, produk furnitur Indonesia diharapkan tidak hanya dikenal karena keindahannya, tetapi juga karena ketahanannya.
Selain menyasar pasar tradisional, pemerintah juga berupaya mengidentifikasi dan membuka peluang di negara-negara yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk home decor dan furnitur berkualitas. Langkah ini mencakup peningkatan promosi melalui pameran internasional serta penguatan kerja sama perdagangan bilateral. Dukungan terhadap industri kreatif dan UMKM di sektor furnitur menjadi kunci agar kapasitas produksi dapat memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat.
Melalui peta jalan yang telah disusun hingga 2026, diharapkan industri furnitur nasional dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap devisa negara. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengrajin diharapkan mampu membawa furnitur Indonesia menjadi pilihan utama bagi konsumen dunia, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja di sektor industri kreatif.






