PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham independen untuk melaksanakan aksi korporasi berupa pemisahan aset dan lini bisnis. Langkah strategis ini menyasar pada sektor wholesale fiber connectivity yang akan dialihkan ke entitas baru bernama PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.
Keputusan penting ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (30/9). Persetujuan dari pemegang saham independen menjadi syarat krusial dalam proses pemisahan unit bisnis ini guna memastikan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.
Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom berupaya untuk mengoptimalkan pengelolaan infrastruktur jaringan serat optik yang dimilikinya. Langkah spin-off ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat posisi perusahaan dalam menyediakan layanan konektivitas skala besar bagi berbagai mitra bisnis dan operator telekomunikasi lainnya.
Selain fokus pada pemisahan aset, agenda RUPSLB kali ini juga mencakup perubahan struktur organisasi perusahaan. Telkom melakukan perombakan pada jajaran pengurus serta menetapkan Direktur Utama baru yang akan memimpin arah strategis perusahaan di masa mendatang. Penunjukan pemimpin baru ini dipandang sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi agar perusahaan tetap kompetitif di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkom terus bertransformasi untuk menghadapi tantangan industri 4.0. Fokus pada pengembangan infrastruktur digital dan penguatan layanan data menjadi kunci utama bagi perusahaan dalam menjaga dominasi pasar domestik sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.






