Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan pernyataan resmi terkait isu miring yang menyeret nama putranya dalam kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas tuduhan yang beredar luas di berbagai platform media sosial baru-baru ini.
Dalam penjelasannya, Dahnil secara tegas membantah segala bentuk tuduhan yang mengklaim bahwa anaknya terlibat dalam aksi perundungan terhadap sesama siswa. Ia menekankan bahwa informasi yang beredar di jagat maya tersebut tidaklah benar dan tidak memiliki dasar fakta yang kuat.
Klarifikasi ini dilakukan guna meredam spekulasi publik yang terus berkembang setelah unggahan mengenai dugaan perundungan tersebut menjadi viral. Dahnil berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang menyangkut privasi dan nama baik keluarga serta anak-anak yang masih dalam usia sekolah.
Lebih lanjut, pihak Wamen Haji mengimbau agar segala bentuk penyampaian informasi dilakukan melalui saluran yang tepat dan berdasarkan bukti yang valid, bukan sekadar asumsi yang dilemparkan ke ruang publik digital yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.






