Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menekankan pentingnya penguatan ketahanan fiskal sebagai fondasi utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, strategi pengelolaan keuangan negara yang kokoh sangat diperlukan agar pemerintah mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik yang kian dinamis.
Juda menjelaskan bahwa ketahanan fiskal bukan sekadar menjaga angka defisit anggaran, melainkan bagaimana pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien dan tepat sasaran. Dengan manajemen fiskal yang disiplin, pemerintah optimis dapat mempertahankan stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong sektor-sektor produktif untuk terus berkembang.
Lebih lanjut, penguatan sektor fiskal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pelaku usaha dan investor. Stabilitas keuangan negara yang terjaga akan meminimalisir risiko guncangan ekonomi, sehingga program-program pembangunan strategis dapat berjalan sesuai rencana tanpa terhambat oleh kendala pendanaan yang tidak terduga.
Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara serta melakukan efisiensi belanja pemerintah. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai lapisan.
Sebagai informasi, ketahanan fiskal merupakan kemampuan suatu negara dalam mengelola anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk mengatasi guncangan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka panjang. Pengelolaan fiskal yang sehat biasanya menjadi indikator utama bagi lembaga pemeringkat kredit internasional dalam menilai tingkat kepercayaan investor terhadap risiko investasi di suatu negara.






