Nasional

Waspada Banjir Rob, Akademisi Unram Ingatkan Dampaknya Kini Tak Terikat Musim

Waspada Banjir Rob, Akademisi Unram Ingatkan Dampaknya Kini Tak Terikat Musim

Fenomena banjir rob yang menggenangi wilayah pesisir kini menjadi ancaman yang lebih kompleks. Akademisi dari Universitas Mataram (Unram), Teti Zubaidah, memberikan peringatan bahwa banjir rob tidak lagi terjadi mengikuti pola musim tertentu, melainkan bisa muncul kapan saja dan mengancam daratan.

Kondisi ini mengindikasikan adanya perubahan pola alam yang signifikan di wilayah pesisir. Menurut Teti, banjir rob yang terjadi secara tidak terduga ini memberikan risiko lebih besar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rendah, karena pola mitigasi yang sebelumnya berbasis musim kini menjadi kurang relevan.

Kenaikan permukaan air laut yang masuk ke daratan ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur jalan, pemukiman, hingga lahan pertanian di sekitar pantai. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan ekstra dan pemetaan ulang terhadap titik-titik rawan banjir rob agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain itu, penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman ini. Pembangunan tanggul pengaman pantai serta penanaman mangrove dianggap sebagai solusi jangka panjang yang dapat mengurangi dampak kerusakan akibat luapan air laut ke wilayah daratan.

Banjir rob sendiri merupakan fenomena alam yang terjadi akibat kenaikan permukaan air laut yang masuk ke daratan, sering kali dipicu oleh pasang tertinggi air laut. Di Indonesia, masalah ini menjadi tantangan serius bagi banyak kota pesisir akibat kombinasi antara kenaikan permukaan laut global dan penurunan muka tanah (land subsidence) yang terjadi di berbagai wilayah urban.

#banjir rob#Universitas Mataram#lingkungan hidup#perubahan iklim#wilayah pesisir

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →