Kasus penipuan daring dengan modus asmara atau yang dikenal sebagai 'love scam' kembali memakan korban dengan kerugian materiil yang sangat besar. Seorang wanita berusia 50 tahun yang berprofesi sebagai petani dilaporkan kehilangan uang hingga Rp 4 miliar akibat terjerat tipu muslihat sindikat kriminal tersebut.
Pelaku menjalankan aksinya dengan membangun hubungan emosional palsu untuk memikat korban. Setelah kepercayaan terbangun, pelaku mulai mengarahkan korban untuk melakukan investasi di bidang emas. Namun, investasi yang ditawarkan ternyata hanyalah kedok untuk menguras harta korban.
Tidak berhenti di situ, pelaku juga menjebak korban dengan menggunakan platform investasi palsu. Melalui aplikasi atau situs web yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan, korban terus dipancing untuk menyetorkan sejumlah uang dengan iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang asing di dunia maya, terutama jika orang tersebut mulai meminta uang atau menawarkan peluang investasi yang mencurigakan. Modus penipuan berbasis manipulasi psikologis seperti ini sering kali menyasar individu yang merasa kesepian atau tergiur oleh keuntungan finansial cepat.






