Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial mengenai pemberian bantuan dana dalam jumlah besar. Baru-baru ini, ditemukan sebuah unggahan video di platform Facebook yang mengklaim bahwa Menteri Keuangan, Suahasil VictoriaFName, mengumumkan adanya dana bantuan sebesar Rp10 miliar.
Setelah dilakukan penelusuran dan verifikasi lebih lanjut, konten video tersebut dipastikan sebagai informasi palsu atau hoaks. Narasi yang dibangun dalam video tersebut sengaja dimanipulasi untuk mengelabui publik agar mempercayai adanya program bantuan dana yang sebenarnya tidak pernah ada.
Modus penipuan semacam ini biasanya menggunakan teknik penyuntingan video atau manipulasi suara agar terlihat seolah-olah pejabat publik memberikan pernyataan resmi. Tujuannya beragam, mulai dari pencurian data pribadi (phishing) hingga permintaan biaya administrasi kepada korban yang tergiur mendapatkan dana bantuan tersebut.
Kementerian Keuangan mengimbau masyarakat agar selalu melakukan kroscek terhadap informasi yang diterima melalui kanal komunikasi resmi pemerintah. Masyarakat diharapkan tidak memberikan data sensitif seperti nomor rekening, NIK, atau kata sandi kepada pihak yang tidak dikenal melalui platform digital guna menghindari kerugian materiil maupun non-materiil.






