Sebuah inisiatif pelestarian lingkungan bertajuk Gerakan Bebersih Leuweung dilaksanakan di kawasan Kilometer 0 Citarum, tepatnya di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian program ESG Now Movement yang berfokus pada keberlanjutan lingkungan.
Dalam aksi tersebut, sejumlah relawan dan peserta turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan sampah yang mencemari kawasan hutan dan area sekitar sumber air. Fokus utama dari gerakan ini adalah menjaga kebersihan ekosistem di titik nol Sungai Citarum, yang dikenal sebagai wilayah hulu penting bagi aliran sungai terpanjang di Jawa Barat.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi pembersihan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan peserta mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Melalui Gerakan Bebersih Leuweung, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area sensitif seperti kawasan hutan lindung dan sumber mata air.
Keterlibatan berbagai pihak dalam ESG Now Movement menunjukkan adanya sinergi antara kepedulian sosial dan tanggung jawab lingkungan. Dengan menjaga kebersihan di wilayah hulu, dampak positifnya diharapkan dapat dirasakan hingga ke wilayah hilir Sungai Citarum, guna mengurangi risiko banjir dan pencemaran air yang selama ini menjadi tantangan besar di kawasan tersebut.
Sungai Citarum merupakan salah satu sungai paling strategis di Indonesia karena berperan vital dalam pengairan pertanian, pembangkit listrik tenaga air, hingga pemenuhan kebutuhan air baku bagi jutaan penduduk di wilayah Bandung Raya dan Jakarta. Namun, sungai ini juga kerap menjadi sorotan dunia internasional akibat tingkat pencemaran yang tinggi, sehingga berbagai upaya restorasi dan pembersihan secara konsisten terus dilakukan oleh pemerintah maupun komunitas swadaya.






