Kepadatan lalu lintas yang signifikan terjadi di lintasan penyeberangan Selat Bali dalam beberapa hari terakhir. Penumpukan kendaraan dilaporkan terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang menjadi titik keberangkatan utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Kondisi di lapangan menunjukkan antrean kendaraan yang sangat panjang, bahkan mencapai 8,5 kilometer. Kemacetan parah ini dipicu oleh lonjakan volume pergerakan truk logistik yang meningkat tajam selama tiga hari terakhir, sehingga kapasitas penyeberangan tidak mampu mengimbangi arus kendaraan yang masuk.
Menanggapi situasi tersebut, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa penyeberangan. Pihak manajemen mengakui adanya kendala dalam pengelolaan arus kendaraan yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengemudi dan pelaku usaha logistik yang melintasi jalur tersebut.
Upaya penanganan kini terus dilakukan untuk mengurai antrean agar distribusi barang dan pergerakan orang antara Pulau Jawa dan Pulau Bali dapat kembali normal. Pihak otoritas pelabuhan bersama ASDP berupaya mengoptimalkan jadwal keberangkatan kapal guna mempercepat proses pengosongan antrean kendaraan yang masih tertahan di area pelabuhan.






