Kepadatan arus lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Guna mengurai antrean kendaraan yang mengular, pihak kepolisian mengambil langkah cepat dengan memberlakukan sistem contraflow di titik-titik tertentu.
Skema contraflow ini diterapkan mulai dari kilometer 21 hingga kilometer 23 bagi kendaraan yang bergerak menuju arah Cikampek. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang tambahan bagi arus kendaraan sehingga distribusi volume lalu lintas menjadi lebih lancar dan mengurangi durasi kemacetan di titik tersebut.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian di lapangan. Petugas kepolisian bersama petugas jalan tol bersiaga di lokasi untuk mengarahkan pengendara agar tetap tertib dan mengikuti rambu-rambu sementara yang dipasang selama pemberlakuan contraflow.
Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan menjaga jarak aman antar kendaraan saat melintasi area rekayasa lalu lintas. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang justru dapat memperparah kemacetan di ruas tol yang menjadi urat nadi transportasi antara Jakarta dan wilayah Jawa Barat tersebut.
Ruas Tol Jakarta-Cikampek merupakan salah satu jalur transportasi darat tersibuk di Indonesia yang menghubungkan ibu kota dengan berbagai kota besar di Jawa Barat. Karena intensitas kendaraan yang sangat tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja serta akhir pekan, ruas jalan ini sering kali mengalami titik jenuh yang memicu kemacetan panjang, sehingga memerlukan intervensi rekayasa lalu lintas secara berkala.






