Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengambil langkah tegas dengan memobilisasi seluruh unsur Search and Rescue (SAR) yang berada di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah besar ini diambil menyusul ditemukannya 18 jenazah dari awak kapal KM Virgo dalam operasi pencarian yang masih berlangsung.
Keputusan untuk mengerahkan seluruh sumber daya ini bertujuan guna mempercepat proses penyisiran dan pencarian korban lainnya yang diduga masih hilang. Intensitas pencarian ditingkatkan mengingat jumlah korban jiwa yang telah teridentifikasi cukup besar, sehingga diperlukan koordinasi maksimal antarunit SAR di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Basarnas mengintegrasikan berbagai elemen pertolongan, mulai dari personel darat hingga dukungan armada air, guna memastikan seluruh area potensial terjamah. Fokus utama operasi saat ini adalah menyisir titik-titik koordinat terakhir kapal serta area yang memiliki kemungkinan tinggi ditemukannya korban terombang-ambing di perairan.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak terkait untuk memantau kondisi cuaca dan arus laut yang dapat memengaruhi jalannya evakuasi. Pihak berwenang berharap dengan pengerahan kekuatan penuh ini, seluruh awak kapal yang hilang dapat segera ditemukan guna memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Sebagai informasi, Basarnas merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan kepada manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran, penerbangan, maupun bencana alam di seluruh wilayah Indonesia.






