Akses penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mengalami gangguan serius hingga mengalami kelumpuhan total. Kondisi ini terjadi mulai Sabtu (26/9) malam dan berlanjut hingga Minggu (27/9), yang mengakibatkan terhentinya aktivitas transportasi laut di wilayah tersebut.
Kondisi kritis ini dipicu oleh adanya aksi blokade yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Akibat terhambatnya arus kendaraan dari sisi Ketapang, distribusi kendaraan dan barang menuju Bali menjadi terhenti sepenuhnya. Dampaknya, terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan di area pelabuhan dan jalan akses menuju Gilimanuk.
Situasi semakin memprihatinkan ketika sejumlah truk besar terpaksa mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan panjang. Beberapa kendaraan berat dilaporkan masuk ke dalam gang-gang sempit di sekitar kawasan pelabuhan. Hal ini tidak hanya menghambat arus lalu lintas lokal, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan lain dan warga sekitar yang tinggal di area tersebut.
Kelumpuhan ini menyebabkan jadwal penyeberangan menjadi tidak teratur, sehingga banyak pengemudi logistik dan wisatawan yang tertahan selama berjam-jam. Pihak berwenang berupaya mengurai kemacetan dan mengembalikan fungsi jalan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal.






