Nasional

BNPB Genjot Operasi Darat dan Udara, Area Karhutla Kini Menyusut Jadi 96 Hektare

BNPB Genjot Operasi Darat dan Udara, Area Karhutla Kini Menyusut Jadi 96 Hektare

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penurunan signifikan terhadap luas area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas. Berdasarkan data terbaru, area yang masih terbakar kini hanya tersisa seluas 96,07 hektare.

Penurunan angka ini merupakan hasil dari berbagai upaya pemadaman yang dilakukan secara intensif. BNPB menegaskan bahwa pihaknya tidak mengendurkan kewaspadaan meskipun luas area yang terbakar telah berkurang drastis. Fokus utama saat ini adalah memastikan titik-titik api yang tersisa dapat segera dipadamkan sepenuhnya agar tidak meluas kembali.

Dalam upaya percepatan penanganan, BNPB mengintensifkan operasi pemadaman melalui dua jalur utama, yakni operasi darat dan udara. Operasi darat melibatkan personel di lapangan yang melakukan penyisiran dan pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui proses bombing water untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh tim darat.

Koordinasi antarlembaga di enam provinsi prioritas terus diperkuat guna memantau perkembangan situasi secara real-time. Langkah preventif juga tetap dijalankan untuk mengantisipasi munculnya titik panas baru, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tahunan yang serius di Indonesia, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Fenomena ini sering kali dipicu oleh kombinasi antara cuaca ekstrem selama musim kemarau dan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Selain merusak ekosistem hutan, dampak paling nyata dari karhutla adalah munculnya kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas penerbangan dan ekonomi lokal.

#BNPB#Karhutla#Kebakaran Hutan#Lingkungan Hidup#Bencana Alam

Rekomendasi Produk

Lihat Semua →