Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan perhatian khusus bagi generasi muda dalam mempersiapkan ibadah haji. Melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Program Studi Ilmu Komunikasi UIN, BPKH berupaya mengedukasi kaum muda mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak dini untuk dapat menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Langkah ini diambil mengingat antrean keberangkatan haji yang semakin panjang, sehingga kesadaran untuk menabung dan mengelola aset keuangan menjadi krusial. BPKH menekankan bahwa persiapan haji tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga kemandirian finansial agar calon jemaah dapat berangkat dengan tenang tanpa membebani pihak lain.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, BPKH memaparkan berbagai strategi pengelolaan dana yang efektif bagi kaum milenial dan Gen Z. Fokus utamanya adalah bagaimana mengalokasikan pendapatan bulanan ke dalam tabungan haji secara konsisten. Dengan memulai perencanaan sejak usia muda, diharapkan generasi penerus memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan nomor porsi haji lebih awal.
Selain aspek finansial, kerja sama dengan BRIN dan akademisi dari UIN ini juga bertujuan untuk memetakan pola komunikasi yang paling efektif dalam menjangkau anak muda. BPKH menyadari bahwa pendekatan informasi mengenai manajemen keuangan haji harus disesuaikan dengan karakteristik generasi digital agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai lembaga yang mengelola dana haji, BPKH berkomitmen untuk terus memberikan literasi keuangan yang transparan dan akuntabel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap tata kelola dana haji yang dikelola oleh negara.






