Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) memberikan klarifikasi resmi terkait munculnya isu mengenai keberadaan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong. Salah satu poin utama yang menjadi sorotan publik adalah dugaan adanya simulator golf yang tersedia di dalam area lembaga pemasyarakatan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Dirjenpas secara tegas membantah klaim mengenai adanya simulator golf di Lapas Cibinong. Menurut penjelasan pihak otoritas, ruangan yang selama ini diduga sebagai tempat permainan golf tersebut sebenarnya difungsikan sebagai area loker bagi para petugas yang berdinas di sana. Pihak Dirjenpas menegaskan bahwa tidak ada fasilitas hiburan mewah berupa simulator golf sebagaimana yang beredar dalam informasi yang tidak terverifikasi.
Selain isu simulator golf, perhatian publik juga tertuju pada keberadaan 13 unit rumah dinas yang disebut-sebut memiliki fasilitas mewah. Terkait hal ini, Dirjenpas menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup mata dan saat ini sedang melakukan pendalaman lebih lanjut. Proses pemeriksaan sedang berjalan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran prosedur atau penyalahgunaan fasilitas negara dalam pengadaan serta penggunaan rumah dinas tersebut.
Langkah pemeriksaan ini diambil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sarana dan prasarana di lingkungan pemasyarakatan. Dirjenpas berkomitmen untuk mengusut tuntas segala bentuk dugaan penyimpangan guna memastikan bahwa seluruh fasilitas di Lapas Cibinong digunakan sesuai dengan peruntukannya dan tidak memberikan hak istimewa yang tidak semestinya kepada pihak tertentu.






