Terdakwa Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan nama Dokter Tifa, memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Momentum pergantian kepemimpinan di institusi Polri ini terjadi bersamaan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober.
Dalam pernyataannya, Dokter Tifa tidak hanya sekadar memberikan ucapan selamat atas jabatan baru tersebut, tetapi juga menyisipkan harapan terkait penanganan kasus hukum tertentu. Ia berharap agar kepemimpinan Kapolri yang baru dapat membawa perubahan positif dan memberikan pengaruh nyata dalam penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan isu ijazah.
Hal ini menjadi sorotan mengingat Dokter Tifa kerap menyuarakan kritik dan pandangannya mengenai berbagai isu publik dan hukum di Indonesia. Dengan adanya pergantian pucuk pimpinan di Kepolisian Negara Republik Indonesia, ia menilai ada peluang bagi terbukanya ruang komunikasi atau langkah hukum yang lebih efektif untuk mengusut tuntas permasalahan yang selama ini menjadi perhatiannya.
Ucapan selamat yang disampaikan pada momen bersejarah Hari Kesaktian Pancasila ini merefleksikan harapan akan adanya integritas dan keadilan dalam penegakan hukum di bawah komando Kapolri yang baru. Fokus utamanya adalah bagaimana institusi kepolisian dapat menjawab keraguan publik terhadap transparansi penanganan kasus-kasus administratif maupun pidana yang melibatkan dokumen resmi seperti ijazah.






