Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan perhatian khusus terhadap sektor transportasi publik, khususnya layanan perkeretaapian. Dalam pernyataannya, Khofifah mendorong seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional kereta api untuk terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa.
Fokus utama yang ditekankan oleh Gubernur adalah aspek keselamatan penumpang. Menurutnya, keamanan dan keselamatan merupakan prioritas tertinggi yang tidak boleh terabaikan dalam pengelolaan transportasi massa. Peningkatan standar keselamatan diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama.
Selain masalah keselamatan, Khofifah juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kemudahan akses informasi, kenyamanan fasilitas di stasiun, hingga ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta. Dengan pelayanan yang lebih prima, diharapkan minat masyarakat untuk beralih ke transportasi umum semakin meningkat, yang pada gilirannya dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Kolaborasi antarinstansi dan koordinasi yang erat antara pemerintah daerah dengan operator perkeretaapian menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut. Khofifah berharap adanya inovasi berkelanjutan dalam manajemen operasional agar layanan kereta api di Jawa Timur dapat bersaing dan memenuhi ekspektasi publik yang semakin kritis terhadap kualitas pelayanan publik.
Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan jaringan kereta api terpadat di Indonesia, yang menghubungkan berbagai kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi. Sektor transportasi ini memegang peranan vital dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, mendukung mobilitas tenaga kerja, serta menjadi daya tarik utama bagi sektor pariwisata di wilayah timur Pulau Jawa.






