Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo, mengungkapkan bahwa inisiatif kerja sama perdagangan antardaerah yang dijalin dengan Kabupaten Biak Numfor telah memberikan dampak positif yang signifikan. Sinergi ekonomi ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga komoditas, terutama ikan laut, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Menurut John Tabo, pola kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi strategi untuk menekan tingginya biaya distribusi yang selama ini menjadi kendala utama di wilayah pegunungan. Dengan adanya jalur perdagangan yang lebih terorganisir antara kedua wilayah, pasokan ikan laut dari Biak Numfor dapat tersalurkan dengan lebih efisien, sehingga harga di tingkat konsumen menjadi lebih terjangkau.
Selain memberikan keuntungan bagi konsumen ikan, kolaborasi ini juga memberikan dampak timbal balik bagi para petani di Papua Pegunungan. Kerja sama perdagangan tersebut membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian lokal untuk dipasarkan ke wilayah Biak Numfor. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi saling menguntungkan, di mana produk laut dari pesisir ditukar dengan hasil bumi dari dataran tinggi.
Upaya penguatan ekonomi antardaerah ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain di Papua dalam mengatasi masalah inflasi pangan dan distribusi logistik. Gubernur menekankan bahwa kemandirian pangan dan stabilitas harga dapat dicapai melalui penguatan jaringan perdagangan lokal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar pulau yang seringkali memicu lonjakan harga.
Papua Pegunungan merupakan salah satu Daerah Otonomi Baru (DOB) di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis berupa pegunungan tinggi. Kondisi wilayah yang terisolasi secara geografis membuat tantangan distribusi logistik menjadi sangat besar, sehingga biaya transportasi barang seringkali menyebabkan harga kebutuhan pokok melonjak tajam dibandingkan dengan wilayah pesisir.






