Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta secara resmi mengukuhkan 13 akademisi sebagai profesor atau guru besar baru. Prosesi pengukuhan ini berlangsung dalam rangkaian Sidang Senat Terbuka yang digelar pada Rabu (30/9).
Salah satu sosok yang dikukuhkan, Ismail Hasani, dalam pidato pengukuhannya memberikan sorotan khusus mengenai kondisi tata kelola negara. Ia menyerukan pentingnya penguatan kepemimpinan konstitusi sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pengambilan kebijakan publik.
Menurut Hasani, kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip konstitusional sangat krusial untuk menjaga stabilitas demokrasi dan memastikan bahwa setiap langkah kepemimpinan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Hal ini dinilai penting agar kekuasaan tidak dijalankan secara sewenang-wenang dan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat serta keadilan sosial.
Pengukuhan 13 guru besar ini menjadi momentum bagi UIN Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi intelektual dalam pembangunan bangsa. Para profesor baru ini diharapkan dapat membawa pemikiran-pemikiran segar dan solutif terhadap berbagai problematika sosial, hukum, maupun keagamaan yang tengah berkembang di Indonesia.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi Islam terkemuka di Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai keislaman. Keberadaan guru besar dalam jumlah banyak menunjukkan komitmen universitas dalam mendorong riset mendalam dan pengembangan keilmuan yang dapat menjadi rujukan bagi masyarakat luas serta pemerintah dalam merumuskan kebijakan nasional.






