Kabar duka menyelimuti dunia seni dan politik tanah air menyusul berpulangnya sosok seniman sekaligus politikus senior, Guruh Soekarnoputra. Kepergian tokoh yang dikenal memiliki dedikasi tinggi terhadap budaya Indonesia ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak pihak, termasuk mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Dalam sebuah pernyataan resminya, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan rasa belasungkawa yang sangat mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra. Ia mengenang mendiang sebagai sosok budayawan yang tidak hanya memiliki bakat seni luar biasa, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme yang sangat kental dalam setiap karya dan langkah politiknya.
Menurut Lukman, kontribusi Guruh Soekarnoputra dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sangatlah signifikan. Sosoknya dipandang sebagai representasi dari perpaduan antara kreativitas seni dan kecintaan terhadap tanah air, yang menjadikannya inspirasi bagi generasi muda dalam berkarya sekaligus mengabdi kepada negara.
Guruh Soekarnoputra dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada Sabtu pagi, 26 September. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi ekosistem kreatif dan panggung politik nasional, mengingat peran aktifnya dalam berbagai diskursus kebudayaan dan kebangsaan selama bertahun-tahun.
Sebagai tokoh publik, Guruh dikenal luas tidak hanya karena garis keturunan dan latar belakang keluarganya, tetapi juga karena kemampuannya dalam mengemas seni pertunjukan yang megah dengan narasi kebangsaan yang kuat. Dedikasinya terhadap pelestarian budaya Nusantara menjadikannya salah satu figur penting dalam sejarah seni pertunjukan modern di Indonesia.






