Hasil terbaru dari Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2025 telah dirilis, memberikan gambaran mengenai kemampuan literasi sains siswa di berbagai negara. Berdasarkan data tersebut, China berhasil mengukuhkan posisinya sebagai negara terbaik di dunia dalam bidang sains, dengan capaian skor yang sangat signifikan yakni sebesar 597.
Dominasi China dalam bidang sains ini menunjukkan efektivitas sistem pendidikan mereka dalam membekali siswa dengan kemampuan analisis dan pemahaman ilmiah yang tinggi. Capaian tersebut menempatkan China di puncak daftar negara dengan kualitas pendidikan sains terbaik secara global.
Sementara itu, kondisi yang berbeda terlihat pada posisi Indonesia. Dalam laporan PISA 2025, Indonesia berada pada peringkat ke-73 dengan raihan skor sebesar 389. Angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan sains, mengingat posisi Indonesia belum mampu menembus daftar 41 besar negara terbaik dunia di bidang tersebut.
Kesenjangan skor yang cukup jauh antara Indonesia dan negara-negara papan atas, khususnya China, menjadi indikasi perlunya evaluasi mendalam terhadap kurikulum serta metode pengajaran sains di sekolah-sekolah. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang sains menjadi krusial agar generasi muda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dalam menghadapi era teknologi yang semakin berkembang.
PISA merupakan studi internasional yang diselenggarakan secara berkala untuk mengukur kompetensi siswa berusia 15 tahun dalam tiga bidang utama, yaitu membaca, matematika, dan sains. Hasil dari asesmen ini sering kali digunakan oleh berbagai negara sebagai tolok ukur untuk melakukan reformasi kebijakan pendidikan guna meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat sekolah dasar dan menengah.






