Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung jalannya upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Dalam momen khidmat tersebut, Kepala Negara mengajak seluruh peserta upacara untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pejuang bangsa yang telah berkorban demi kedaulatan negara.
Secara khusus, Presiden Prabowo menekankan pentingnya mengenang jasa para pahlawan revolusi. Menurutnya, semangat patriotisme dan pengorbanan yang telah diberikan oleh para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Presiden berharap agar nilai-nilai luhur tersebut tetap tertanam kuat dalam sanubari setiap warga negara guna menghadapi berbagai tantangan zaman.
Upacara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini menjadi simbol keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila dari segala bentuk ancaman yang ingin menggoyahkan stabilitas nasional.
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober untuk mengenang peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada tahun 1965. Peringatan ini menjadi pengingat sejarah kelam bangsa sekaligus bentuk penegasan bahwa Pancasila tetap menjadi ideologi tunggal yang mampu menyatukan keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.






