Kabupaten Bangka Selatan baru saja mengukir prestasi membanggakan melalui pelestarian kuliner lokal. Produk khas daerah berupa terasi habang atau belacan habang berhasil memecahkan rekor dunia yang secara resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Kegiatan spektakuler ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Sebanyak 300 orang peserta turut serta dalam proses pembuatan terasi habang secara massal. Untuk mendukung produksi skala besar tersebut, panitia mengerahkan 100 unit lesung yang digunakan sebagai alat penumbuk tradisional.
Hasil dari kerja keras kolektif tersebut adalah terciptanya 300 kilogram terasi habang berkualitas tinggi. Proses pembuatan yang dilakukan secara bersama-sama ini tidak hanya bertujuan untuk mengejar pengakuan rekor, tetapi juga sebagai bentuk nyata dari pelestarian budaya kuliner tradisional yang menjadi identitas masyarakat Bangka Selatan.
Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk lokal dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Bangka Selatan. Dengan adanya pengakuan dari MURI, terasi habang kini memiliki daya tarik lebih sebagai produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra Bangka Selatan sebagai pusat produksi belacan berkualitas.






