Ratusan sopir truk melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pertamina Surabaya pada Rabu (30/9). Massa yang hadir dalam demonstrasi tersebut menyuarakan berbagai tuntutan terkait kendala operasional yang mereka hadapi di lapangan.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah keberatan para sopir terhadap penerapan sistem barcode untuk pembelian solar bersubsidi. Para pengunjuk rasa mendesak agar sistem verifikasi melalui barcode tersebut segera dihapuskan karena dianggap menyulitkan proses distribusi bahan bakar bagi kendaraan angkutan barang.
Selain permasalahan mengenai akses bahan bakar subsidi, para sopir truk juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi lalu lintas yang buruk, khususnya terkait kemacetan parah yang sering terjadi di wilayah Ketapang. Mereka menilai hambatan distribusi dan kemacetan tersebut sangat mengganggu efisiensi kerja serta meningkatkan biaya operasional transportasi darat.
Aksi demonstrasi ini merupakan bentuk protes atas berbagai kebijakan teknis yang dirasa memberatkan para pelaku transportasi logistik. Para sopir berharap pihak Pertamina dan instansi terkait dapat memberikan solusi nyata guna mempermudah akses energi bagi kendaraan angkutan serta memperbaiki manajemen lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan agar kelancaran arus logistik tetap terjaga.






