Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat memberikan tanggapan resmi terkait dinamika politik terbaru yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa terancam atau gentar meskipun terdapat isu mengenai pergeseran dukungan suara akibat bergabungnya Jokowi dengan PSI.
Ono Surono menyampaikan bahwa PDIP tetap berdiri teguh pada prinsip perjuangannya. Menurutnya, fokus utama partai saat ini bukanlah pada persaingan antarpartai atau perpindahan tokoh politik, melainkan pada bagaimana partai dapat terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Lebih lanjut, Ono menekankan bahwa loyalitas konstituen PDIP dibangun atas dasar kepercayaan terhadap kinerja dan ideologi partai dalam membela kepentingan rakyat kecil. Oleh karena itu, PDIP optimis bahwa basis massa mereka tetap solid dan tidak akan mudah tergerus oleh perubahan konstelasi politik yang terjadi di tingkat nasional maupun daerah.
Strategi PDIP Jabar ke depan akan lebih dititikberatkan pada penguatan struktur partai dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan menjaga kedekatan bersama rakyat, PDIP yakin dapat mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Jawa Barat, terlepas dari manuver politik yang dilakukan oleh pihak lain.
Dalam sistem politik Indonesia, perpindahan dukungan tokoh berpengaruh seringkali menjadi sorotan publik karena dianggap dapat memengaruhi elektabilitas partai tertentu. Namun, stabilitas dukungan partai biasanya sangat bergantung pada sejauh mana partai tersebut mampu mengimplementasikan program kerja yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di akar rumput.






