Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan respons tegas terkait isu yang menyeret nama anaknya dalam kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menanggapi kabar yang beredar luas di masyarakat, Dahnil secara terbuka membantah keterlibatan putranya dalam aksi tidak terpuji tersebut.
Alih-alih memberikan detail pembelaan secara personal, Dahnil memilih untuk menyerahkan proses penjelasan kepada pihak sekolah. Ia menilai bahwa institusi pendidikan tempat anaknya menimba ilmu adalah pihak yang paling berwenang dan memiliki data akurat untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Secara spesifik, Dahnil meminta pihak ICM untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai narasi yang sempat viral di platform media sosial Threads. Menurutnya, transparansi dari pihak sekolah sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih luas di ruang publik.
Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap informasi yang tersampaikan didasarkan pada fakta lapangan dan hasil investigasi internal sekolah, bukan sekadar opini atau klaim sepihak yang beredar di jagat maya. Dahnil berharap adanya komunikasi yang terbuka antara pihak sekolah dan masyarakat untuk mengakhiri spekulasi negatif tersebut.
Kasus perundungan di lingkungan sekolah kini menjadi perhatian serius di Indonesia, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan mental dan perkembangan psikologis siswa. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman melalui kampanye anti-perundungan serta penguatan peran guru bimbingan konseling untuk mencegah terjadinya kekerasan fisik maupun verbal antar siswa.






