Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerapan asesmen bagi jajaran direksi di perusahaan pelayaran. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan transportasi air dikelola oleh individu yang memiliki kompetensi mumpuni, terutama dalam aspek keselamatan pelayaran.
Menurut Gapasdap, kualitas kepemimpinan di tingkat direksi memiliki pengaruh langsung terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan keselamatan di lapangan. Dengan adanya proses asesmen yang ketat dan terukur, diharapkan perusahaan pelayaran dapat memitigasi risiko kecelakaan di laut maupun sungai, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa transportasi air.
Asesmen ini diharapkan tidak hanya melihat kemampuan manajerial secara umum, tetapi juga menekankan pada pemahaman teknis mengenai regulasi keselamatan pelayaran yang berlaku. Hal ini menjadi krusial mengingat karakteristik transportasi sungai, danau, dan penyeberangan memiliki tantangan risiko yang berbeda dibandingkan dengan transportasi darat.
Gapasdap menekankan bahwa sinergi antara pengusaha dan regulator dalam memastikan standar kompetensi pemimpin perusahaan akan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih aman dan efisien. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menekan angka kecelakaan pelayaran yang seringkali dipicu oleh lemahnya pengawasan internal dan manajemen risiko di tingkat korporasi.
Sektor transportasi air di Indonesia memegang peranan vital sebagai urat nadi penghubung antarpulau dalam bingkai negara kepulauan. Mengingat kondisi geografis Indonesia yang luas, keselamatan pelayaran menjadi isu prioritas nasional guna mendukung kelancaran logistik dan mobilitas penduduk. Penguatan tata kelola perusahaan melalui seleksi pemimpin yang kompeten menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan transportasi laut dan sungai yang handal serta terjamin keamanannya.






